Hasil Visum Konfirmasi Pilot WN Amerika Tewas Ditembak, Satgas Ops Damai Cartenz Bantah Tuduhan Misi Non-Kemanusiaan PT AMA Peti jenazah Captain Nicholas F. Goseli saat ibadah penguatan dipimpin oleh Uskup Yanuarius Teofilus Matopai You, Jumat (2/7/2026) (salampapua.com/Foto: Dokumen Satgas Ops Damai Cartensz)

Hasil Visum Konfirmasi Pilot WN Amerika Tewas Ditembak, Satgas Ops Damai Cartenz Bantah Tuduhan Misi Non-Kemanusiaan PT AMA

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 secara resmi mengonfirmasi bahwa pilot pesawat PT Associated Mission Aviation (AMA), Captain Nicholas F. Goselin (29), warga negara Amerika Serikat, meninggal dunia akibat luka tembak. Konfirmasi ini didasarkan pada hasil pemeriksaan visum et repertum terhadap jenazah almarhum di Jayapura, Jumat malam (3/7/2026).

Insiden penembakan dan pembakaran pesawat Pilatus berregistrasi PK-RCY tersebut terjadi di Lapangan Terbang Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada 2 Juli 2026.

Proses Evakuasi dan Visum

Jenazah Captain Nicholas sebelumnya dievakuasi dari Timika menggunakan pesawat Boeing 737 (AI-7304) dan tiba di Jayapura pada pukul 17.30 WIT. Kedatangan jenazah disambut Kepala Operasi (Kaops) Damai Cartenz 2026 Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, serta sejumlah pejabat utama TNI-Polri.

Sebelum dilakukan visum, prosesi ibadah penguatan dipimpin oleh Uskup Yanuarius Teofilus Matopai You, dilanjutkan dengan penghormatan terakhir. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Bhayangkara Polda Papua untuk pemeriksaan forensik. Sekitar pukul 23.55 WIT, usai visum selesai, jenazah diserahkan kembali kepada perwakilan PT AMA.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo menjelaskan bahwa autopsi lengkap tidak dilakukan karena penyebab kematian sudah dapat diketahui melalui pemeriksaan luar dan radiologi.

"Autopsi tidak dinilai sangat diperlukan karena penyebab kematian sudah jelas melalui pemeriksaan luar yang didukung pemeriksaan radiologi," jelas Kombes Pol. Yusuf.

Kombes Pol. Yusuf menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan manajemen PT AMA dan Uskup Jayapura.

"PT AMA telah melayani penerbangan misi kemanusiaan dan pelayanan keagamaan di Papua selama 67 tahun. Baru kali ini mereka mengalami peristiwa tragis seperti ini. PT AMA murni menjalankan pelayanan bagi gereja-gereja dan masyarakat di pedalaman Papua," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua, dr. Rommy Sebastian memaparkan hasil temuan medis. Jenazah ditemukan memiliki luka pada kepala, dahi, pipi kiri, dan sekitar telinga kanan, serta patah tulang rahang atas dan bawah akibat kekerasan benda tumpul.

“Yang paling krusial, ditemukan luka terbuka pada pipi kiri yang sesuai dengan karakteristik contact gunshot wound atau luka tembak tempel. Posisi moncong senjata berada tegak lurus dan menempel pada permukaan kulit. Jalur peluru masuk melalui pipi kiri dan keluar di sekitar telinga kanan, menyebabkan patah tulang maksila," ujar dr. Rommy.

Sedangkan Kasatgas Gakkum Ops Damai Cartenz Kombes Pol. I. G. G. Era Adinata mengungkapkan bahwa penyelidikan awal mengarah pada keterlibatan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Bakusip yang dipimpin oleh M. Mbalingga.

"Sesaat setelah kejadian, M. Mbalingga mengeluarkan pernyataan yang mengklaim bertanggung jawab atas aksi tersebut. Kami juga memperoleh dokumentasi foto pelaku berdiri di atas pesawat yang terbakar, dan identitasnya dipastikan sebagai M. Mbalingga," kata Kombes Pol. Era.

Meski demikian, penyidik masih mendalami hubungan antara kelompok Bakusip dengan kelompok Elkius Kobak di wilayah Yahukimo, mengingat adanya klaim tanggung jawab serupa dari pihak Elkius Kobak. Motif penyerangan diduga terkait ancaman sebelumnya terhadap aktivitas penerbangan di wilayah yang mereka klaim sebagai daerah operasi.

Penulis: Acik

Editor: Jimmy