SALAM PAPUA (TIMIKA) - Penanggung Jawab (PJ) UPTD Malaria Center Mimika pada Dinas Kesehatan (Dinkes), Imelda Ohoiledjaan menyampaikan bahwa metode fogging umumnya direkomendasikan WHO hanya untuk pengendalian vektor DBD (Aedes aegypti) bukan malaria. Namun karena Kabupaten Mimika termasuk daerah endemis tingkat 3 dengan Annual Parasite Incidence (API) tertinggi di Indonesia, Kementerian Kesehatan memberi izin khusus pelaksanaan fogging untuk nyamuk Anopheles.
Maka itu UPTD telah melakukan antisipasi malaria dengan melakukan fogging. UPTD telah melayani permintaan fogging malam hari dari Satgas TNI-Polri, kapal KRI, serta permintaan warga melalui kelurahan.
“Kami memang lebih kepada pelayanan di malam hari, karena Puskesmas hanya beroperasi siang hari sesuai jam kerja. Sedangkan untuk tim fogging yakni operator mesin, sopir, pemeriksa darah, dan tenaga pengobatan bisa bekerja di malam hari,” ujarnya saat ditemui salampapua.com di ruang kerjanya, Selasa (7/7/2027).
Ia menjelaskan, fogging dilakukan bersamaan dengan testing dan treatment, sehingga di setiap fogging, petugas akan memberikan obat kepada pasien yang positif malaria. Selanjutnya rumah yang diperiksa diberi stiker tanda kunjungan untuk pemantauan ulang di bulan berikutnya.
“Dalam pelayanan fogging pun bukan hanya kita lakukan pemeriksaan dan pemberian obat namun juga kami berikan edukasi lengkap kepada warga, yakni masyarakat jangan menggantung pakaian bekas, tutup genangan air, gunakan pakaian panjang, dan autan,” jelas Imelda.
Imelda menambahkan bahwa semua layanan gratis, mulai dari fogging hingga pemberian obat dibiayai pemerintah. Namun ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat menjaga diri dari gigitan nyamuk, terutama malam hari ketika aktivitas ekonomi warga masih berlangsung.
“Sebenarnya pelayanan kami ini sudah sangat membantu dan mencakup masyarakat namun kesadaran masyarakat pun harus ditingkatkan. Karena meskipun pelayanan kita sudah maksimal tetapi saat minum obat malaria tidak tuntas pun menjadi masalah untuk eliminasi malaria,” pungkasnya.
Penulis: Evita
Editor: Jimmy