SALAM PAPUA (TIMIKA) – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto mengungkapkan hasil evaluasi keamanan di wilayah Papua.
Ia menyatakan bahwa masih banyak Lapangan Terbang (Lapter) perintis yang belum memiliki pos keamanan tetap, sehingga menjadi celah bagi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) untuk melancarkan aksinya.
Hal tersebut disampaikan Letjen Lucky usai menggelar konferensi pers di Markas Kogabwilhan III, Jalan Agimuga, Mile 32, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Senin siang (6/7/2026).
"Hasil evaluasi kami menunjukkan banyak Lapter yang belum ada pos keamanannya. Belajar dari beberapa kejadian sebelumnya, seperti di Distrik Alama, Boven Digoel, termasuk insiden terbaru di Lapangan Terbang Balinggama, Yahukimo, yang menewaskan pilot AMA Air PK-RCY asal Amerika Serikat," ujar Panglima Lucky.
Menurutnya, ketiadaan aparat keamanan di lokasi-lokasi strategis tersebut dimanfaatkan oleh KKB untuk melakukan aksi keji, mulai dari pembakaran pesawat hingga pembunuhan terhadap pelayan masyarakat yang tidak bersalah.
"Intinya di daerah yang tidak ada aparat keamanan, tentunya akan ada KKB yang mencoba menguasai wilayah tersebut," tegasnya.
Menanggapi insiden penembakan pilot Nicholas F. Goselin dan pembakaran pesawat Pilatus PK-RCY di Bandara Balinggama, Kogabwilhan III telah mengambil langkah cepat dengan menempatkan sekitar 50 personel gabungan di lokasi tersebut.
Personel ini tidak hanya bertugas menjamin keamanan operasional lapangan terbang dan keselamatan masyarakat sekitarnya, tetapi juga aktif melakukan operasi pengejaran terhadap pelaku yang merenggut nyawa pilot warga negara Amerika Serikat tersebut.
Letjen Lucky menegaskan komitmen TNI-Polri untuk terus memperkuat kehadiran negara di wilayah pedalaman Papua guna memutus mata rantai terorisme dan kriminalitas bersenjata.
Penulis: Acik
Editor: Jimmy